Home / Wisata / Wisata Sejarah dan Budaya / Candi / Candi Sambisari di Sleman yang Syahdu untuk Piknik Santai

Candi Sambisari di Sleman yang Syahdu untuk Piknik Santai

DI Yogyakarta dan kawasan di sekitarnya memiliki banyak sekali candi yang telah berusia ribuan tahun. Namun belum banyak orang yang tau apa saja candi tersebut dan dimana letaknya. Wisatawan lokal maupun mancanegara biasanya hanya mengunjungi candi-candi yang besar saja, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Sahabat Nirmala sudah tau belum, Candi Sambisari di Sleman merupakan salah satu situs bersejarah yang dapat dijadikan alternatif wisata budaya di Yogyakarta. Seperti apa ya?

Candi Sambisari di Sleman (foto : Wikimedia)

Lokasi Candi Sambisari di Sleman

Tidak teralu jauh dari Candi Prambanan, Candi Sambisari berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Letak Candi Sambisari ini di perbatasan antara Sleman dengan Klaten. Kalau kamu dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 15 kilometer ke arah timur laut. Jadi kamu bisa mampir ke candi ini sebelum ke Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah.

Tidak ada kendaraan umum untuk mencapai lokasi Candi Sambisari. Kamu bisa membawa kendaraan pribadi, maupun menyewa kendaraan. Tidak perlu khawatir tersesat, karena di google maps, rute menuju candi ini ditunjukkan dengan jelas. Jalan yang dilalui pun sudah baik dengan lapisan aspal. Tingkat kemiringannya pun datar saja, tidak naik-turun bukit. Ini salah satu faktor kenapa Nirmala menjadikan candi ini sebagai tempat favorit untuk melepas penat. Pemandangannya pun ijo royo-royo hamparan tanaman padi di sawah.

Sejarah Candi Sambisari di Sleman

Candi Sambisari merupakan candi Hindu beraliran Syiwa. Candi ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung. Beliau merupakan seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra.

Candi Sambisari yang dapat kita lihat sekarang pertama kali ditemukan secara tidak sengaja. Seorang petani yang sedang mencangkul sawahnya merasakan cangkulnya menghantam sebuah benda keras. Benda keras ini ternyata adalah sebuah batu berhiaskan pahatan. Kemudian Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian dan penggalian untuk meneliti lebih lanjut. Pada tahun 1966, telah ditetapkan bahwa di lahan ini terdapat reruntuhan sebuah candi yang terpendam oleh timbunan pasir dan batu yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi pada tahun 1906. Rekonstruksi dan pemugaran candi ini selesai pada tahun 1987.

Tidak seperti candi lainnya yang terletak di dataran tinggi, Candi Sambisari terletak sekitar 6,5 m di bawah permukaan tanah. Hal ini menyebabkan candi ini tidak tampak dari kejauhan. Diperkirakan Candi Sambisari di Sleman ini awalnya juga dibangun di dataran tinggi, namun tertimbun material letusan Gunung Merapi pada tahun 1006 sehingga daerah sekitarnya ikut terbenam. Saat ini lahan di sekeliling candi telah digali dan ditata, membentuk lapangan persegi dengan tangga di keempat sisinya. Cantik sekali!

 

Candi sambisari (foto : youtube)

 

Seperti Apa Candi Sambisari di Sleman?

Memasuki kompleks Candi sambisari ini, kesan pertama Nirmala adalah iyup (teduh karena banyak pepohonan). Ada beberapa gazebo kayu yang bisa kita gunakan untuk duduk-duduk santai. Atau jika kamu ingin lebih syahdu, kamu dan Si Dia bisa duduk beralaskan rumput sambil memandangi betapa eksotiknya candi ini.

Candi Sambisari dikelilingi oleh dua lapis pagar. Halaman luar seluas 50 x 48 m dikelilingi pagar batu rendah, sedangkan bagian dalam dikelilingi pagar batu setebal sekitar 50 cm dengan tinggi sekitar 2 m. Pada masing-masing sisi terdapat pintu masuk tanpa gapura atau hiasan lain.

Candi Sambisari di Sleman ini terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara. Candi utama yang kondisinya relatif utuh ini menghadap ke barat. Sedangkan ketiga candi perwara letaknya berhadapan dengan candi utama, namun saat ini hanya baturnya yang tersisa. Masing-masing candi perwara berdenah dasar bujur sangkar seluas 4,8 m2.

Pada masing-masing sisi dinding luar candi utama terdapat relung berisi arca. Dalam relung di dinding selatan terdapat Arca Agastya atau Syiwa Mahaguru. Pada dinding timur terdapat Arca Ganesha. Sedangkan pada dinding utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini.

Pada masing-masing sisi dinding luar tubuh candi terdapat relung berisi arca. Dalam relung di dinding selatan terdapat Arca Agastya atau Syiwa Mahaguru, di dinding timur terdapat Arca Ganesha, dan di dinding utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini. Di Candi Sambisari ini juga terdapat lingga lengkap dengan yoni-nya loo. Tepatnya ada di tengah ruangan berukuran sekitar 4,8 m2 dalam tubuh candi. Lingga terbuat dari batu berwarna putih, sedangkan yoni di tengah lingga terbuat dari batu berwarna hitam. Di sepanjang tepi lingga terdapat alur untuk menampung air persembahan yang dialirkan ke cucuran berhiaskan kepala ular.

Candi Sambisari di Sleman (foto : anishidayah )

Fasilitas yang Tersedia di Candi Sambisari

Candi Sambisari tidak terlalu ramai dikunjungi wisatawan. Area parkir yang tersedia sudah dapat menampung semua kendaraan pengunjung. Ada petugas parkir yang mengatur kendaraan di area parkir ini. Memasuki pintu masuk candi, kita diwajibkan membeli tiket masuk. Harga tiket masuk ini 5-10 ribu rupiah.

Di dalam kawasan candi, tersedia beberapa warung makan yang menjual beragam pilihan kuliner khas. Tempat ibadah dan toilet juga telah tersedia. Seperti telah disebutkan sebelumnya, beberapa gazebo dapat kita gunakan tanpa dipungut biaya tambahan. Nah, yang menarik adalah, kita dapat memasuki museum mini yang berisi dokumen-dokumen tentang sejarah Candi sambisari di Sleman ini. Kita juga dapat melihat foto-foto mulai dari saat pemugaran candi sampai dengan kondisi candi saat ini.

Ketika Nirmala pertama kali mengunjungi Candi Sambisari dan membaca tentang sejarahnya di museum mini, hal pertama yang terlintas di pikiran adalah :

β€œHey! Candi ini usianya ribuan tahun. Saat kembali ditemukan kondisinya terpendam dibawah tanah. Kemudian Kakek kita dulu menggali lahan ini, melakukan penelitian, dan memugarnya sampai seperti sekarang. Prosesnya lebih dari 20 tahun! Lalu, setelah jadi seperti ini, indah untuk dinikmati, tiketnya murah, kenapa dipandang sebelah mata dan sepi pengunjungnya?”

Hmm, itu cuma teriakan hati Nirmala saja sih. Ya, mungkin masih banyak dari Sahabat Nirmala yang belum mengetahui keberadaan candi ini, jadi belum mengunjunginya. Atau memang kita sudah terlalu sibuk dengan berbagai urusan, sehingga mengunjungi candi ini bukan prioritas dalam hidup. Oke. Ngga ada yang salah kok. Tapi boleh bantu saja untuk share tulisan ini agar informasinya bisa tersebar lebih luas?

Jangan lupa bahagia ya!

 

 

 

 

About Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist. Gemar belajar dan mencoba hal baru. Mencintai bumi dan buah-buahan. Founder Komunitas Kuliner Solo (KuLo). Owner Galeri Craft @Maenequeen

Check Also

Wisata ke Kuala Lumpur Malaysia, Yuk!

Mengunjungi Kuala Lumpur menjadi salah satu liburan yang biasa dipilih untuk sekedar mencicipi luar negeri …

70 comments

  1. Aku waktu itu ke Prambanan, tp engga sempet kesininya.
    Tulisannya lengkap ya, sampai ada sejarahnya. aku jadi terinspirasi buat nulis tentang candi Prambanan πŸ™‚

  2. aku kemarin ke candi prambanan tapi gak ke sini.
    btw tulisannya bagus ya, ada sejarahnya.. aku jadi terinspirasi untuk menulis ttg candi prambanan selengkap ini πŸ™‚

  3. Ini candi yang di depan rumahnya Mba Nunik bukan yaa? Di Kalasan soalnya..

  4. Kak Mae, info tentang Candi Sambisari lengkap banget! Terima kasih.
    Bisa jadi salah satu destinasi kalau ke Jawa Tengah, meski harus naik kendaraan sendiri.

  5. Tulisannya lengkap, Kak. Sayang yaa ga ada angkutan umum kesana. Padahal termasuk wisata budaya hehe.

  6. Hihi, waktu itu ke sini jaman SMP, tadinya lupa trus jadi inget lagi pas baca ini. Dulu sok tau banget, kupikir ini Dieng karena mirip. Sempat sesumbar iya kemarin kita sempet mampir ke candi Dieng. Oalah jadi anak kok sotoynya gak ketulungan.

  7. Kalo liat lokasi di gmaps ini candi dekat bandara Adi Sucipto, bisalah kapanΒ² main ke sini…

  8. Infonya lengkap. Bisa jadi salah satu referensi kalau nanti main ke Yogya.

  9. Pembaca blog atau fansnya mbak Maya namanya Sahabat Nirmala ya, keren juga hahaha

    BTW, ada patung Durga mahisasuramardini-nya ya.
    Dewi Durga atau Betari Durga umumnya dikenal sebagai raksasa wanita yang jahat. Tapi di versi lainnya ternyata tidak demikian karena menolong para dewa.

  10. Pernah denger nama candi ini, tapi belum pernah ke sana. Kalau liat dari fotonya tempatnya asri banget, informasinya juga lengkap banget Kak Mae

  11. Belum pernah kesini.
    Keren tulisan tntng candi Sambisarinya…

  12. Wahhh asri banget ya Candi Sambisari itu. Wahhh klo lagi stres ke sini bisa ngebantu bgt hehe

  13. Masuk list buat daftar jalan jalan libur lebaran besok….

  14. Iya ya. Dengan tiket semurah itu untuk melihat candi bersejarah. Jadi miris juga.

  15. Ijo royo-royo. . Suka ke klaten sih tapi blum pernah me candi ini

  16. Tuty prihartiny

    Kak Mae, sepertinya belum banyak OT yang ambil destinasi tsb ya. Duuh sayang sekali. Beberapa waktu lalu saya ke jogja dan klaten tapi guide ndak info tentang candi tsb.

  17. Baru tau kalau Ada Candi ini malah kak. Next time kalau ke Yogya bs jd salah satu list destinasi deh. Thanks kak

  18. Ini yang ketahuan… Yang gak ketahuan dan masih tertimbun mungkin masih banyak yaa

  19. Aku belum pernah kesini Mba. Ulasannya lengkap dan informatif banget jadi nambah pengetahuan dan mudah membayangkannya. Terima kasih ya.

  20. Nice info nih. Baru tau ada candi ini. Bisa buat promosi wisata baru. Kawasan candinya juga rapi. Bisalah kalau ke Jogja mampir kesini.

  21. Asru banget, senang liatnya, tulisannya lengkap banget juga, terimakasih, mba, keknya kalo k jogja boleh nih kesini

  22. Mungkin harus ada film dulu yang syuting disana macam candi ratu boko di film AADC biar candi2 lain di Indonesia terkenal ya kak.
    Boleh nih kalo mampir ke klaten ada tempat wisata yang bisa di tuju.

  23. Deket rumah sepupuku nih, Kak Mae. Next time ke Yogya pasti bakalan meluncur ke Sambisari. Thank You infonya Kak Mae.

  24. Mba, aku suka banget sama nilai moral dibik artikel ini. Suka atau tidak suka, bangsa kita ini masih kurang menghargai budaya dan sejarah. Tiket masuk candi yang murah dan lerawatan yang seadanya pada situs cagar budaya. Semoga ke depannya generasi muda dan pemerintah lebih peduli lagi pada peninggalan sejarah

    • Pernah diskusi sama teman yang ga suka candi. Ya dia bilang, memang dia ga suka. Ga bisa menikmati kalau pikniknya ke candi. Jadi pilih ke pantai atau air terjun. Bukan karena dia ga cinta budaya atau semacamnya, dia cuma bilang bahwa manusia seleranya beda, klo ga suka ke candi ya ga bisa dipaksa buat dateng ke candi. Begitulah. PR-nya jadinya cara bikin jadi banyak yang suka ke suka.

  25. entah ilmu sejarah saya yang jelek atau gimana… tapi baru ini saya denger nama candinya… eniwey makasih banget infonya

  26. Ni candi dr rumah gue tinggal ngesot

  27. Waktu dulu ke jogja malah gak kesini, gara2 ada tragedi kamera temen hilang pas kita selfie.. yah jadi inget masa lalu deh πŸ™

  28. candi perwara tuh apaan sihh mbak?

  29. Wah indonesia memang kaya. Banyak banget candi ya. Apalagi di jogja ada beberapa banyak candi? Ini salah satu candinya roro jonggrang kali ya. Udah bertebaran (nyasal asumsi bae saya)

  30. kurang promosi kayanya kak.
    mungkin kalo promosinya gencar, sama dinas pariwisata sana, bisa rame kaya candi lainnya.
    https://helloinez.com

  31. Informatif banget, jujur baru tau candi ini. Sampe ukuran2 juga ditulis. Betewe baru tau juga tahun 1006 merapi meletus

  32. Baru tau kalo ada Candi ini di Yogya. Masuk destination list kak. Terimakasih

  33. ih baru tahu, kalau ada candi ini.

    Dan lagi lagi Jogja selalu punya alasan untuk dikunjungi dan dikangeni.

    Thanks for info kaa.

  34. iyaa, saking banyaknya aku suka mikir harus ke Jogja lagi. ke candi ini juga beluuum

  35. Udah berkali2 ke sini, soalnya deket rumah. Malah pernah sengaja sore2 sepedahan ke sini. Bapakku juga suka cerita ttg dulu hebohnya waktu candi ini baru ditemukan. Pas bapakku masih SD atau SMP gitu.

  36. Salam buat Bapaknya Kak Nun ya, tolong bilangin terimakasih buat orang-orang yang berjasa dalam pemugaran candi ini πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.