Home / Tak Berkategori / Penderita GERD & Anxiety Tidak Bisa Traveling? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Penderita GERD & Anxiety Tidak Bisa Traveling? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Bukan rahasia lagi jika penderita GERD dan anxiety sering mengalami kecemasan dan takut untuk keluar rumah. Bahkan, keluar kamar saja ada yang tidak berani. Sebagian besar dari mereka menjadikan rumah atau kamar sebagai kerajaan yang aman. Tapi, mau sampai kapan mengurung diri dalam rumah saja?

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan salah satu penyakit asam lambung. Kondisi ini merupakan tingkat lanjut dari Gastritis (orang awam menyebutnya sakit maag) dimana asam lambung sudah naik ke kerongkongan. Gejalanya adalah nyeri ulu hati, sesak nafas, dan keluar keringat dingin. Yang banyak tidak diketahui orang awam adalah GERD dapat menyebabkan gangguan psikis yang parah, seperti anxiety atau cemas berlebihan dan panic attack tanpa sebab yang jelas.

Dalam group (GAI ) sering dibahas bahwa obat saja tidak bisa mempercepat proses penyembuhan GERD dan anxiety. Penderita harus menjalani 3P yaitu perubahan pola makan, pola hidup, dan pola pikir. Sembuh adalah pilihan masing-masing. Jadi, kalau kamu penderita GERD, kamu pilih yang mana? Bertahan di titik aman atau bergerak memberanikan diri mengambil tindakan untuk sembuh?

Kali ini Nirmala akan membahas tentang traveling yang aman bagi penderita GERD dan anxiety. Di sini akan dibagikan tips dan trik supaya perjalanan aman dan lancar. Kenapa harus traveling? Coba deh baca kutipan berikut ini.

“Umumnya orang yang kebanyakan di rumah itu tidak sehat. Maka sesekali perlu refreshing.” —K.H. Maimoen Zubair.

Nah, masih berpikir bahwa keluar dari rumah itu tidak perlu? Sesekali kita butuh keluar dari rutinitas sehari-hari untuk nyegarkan dan menjernihkan pikiran. Jangan menganggap tinggal di rumah saja tidak memicu stres. Tidak menutup kemungkinan justru berdiam diri dan tinggal di rumah saja menjadi pemicu stres terbesar.

Manfaat Traveling yang Perlu kamu Tahu

Berikut adalah manfaat yang bisa kita peroleh dari traveling.

1.Lebih Mengenal diri sendiri

Semakin jauh dari rumah memberi Anda kesempatan untuk merenungkan kehidupan Anda. Anda memiliki waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk membiarkan pikiran Anda mengembara dan memberi ruang kebebasan diri. Bepergian adalah salah satu cara terbaik untuk belajar lebih banyak tentang diri Anda.

2. Traveling merupakan bentuk tantangan untuk diri sendiri.

Anda mungkin merasa seperti terjebak dalam kebiasaan sehari-hari, tanpa pengalaman dan tantangan baru. Traveling adalah tempat yang ideal untuk menguji diri sendiri. Ini mendorong orang ke batas mereka dan membuat mereka berada di luar zona nyaman mereka.

Anda akan merasa bangga ketika Anda berhasil menyelesaikan perjalanan Anda. Mengatasi tantangan akan memberi Anda sukacita dan energi untuk menjalani aktifitas selanjutnya. Anda akan menyadari betapa mampunya Anda dan membangun kepercayaan diri Anda.

3. Sebagai bentuk reward dan penghargaan terhadap hidup dan diri sendiri

Berlibur dan berpergian adalah hadiah yang harus diterima diri sendiri agar selalu seimbang setelah semua kerja keras dalam keseharian Anda. Ketika Anda terjebak dalam kehidupan sehari-hari, Anda sangat mudah untuk melupakan apa yang Anda miliki. Mata Anda akan terbuka, kembali bersyukur tentang betapa berharganya hidup dan diri Anda.

4. Memperluas perspektif Anda

Memperluas cara Anda berpikir tentang segala sesuatu yang mungkin bisa saja selama ini keliru. itu membantu membuka pikiran Anda, membawa ide-ide baru ketika Anda pulang. Anda menyadari bahwa tidak ada satu cara untuk menjalani hidup. Bertemu orang-orang dari tempat lain akan menunjukkan bahwa pandangan dunia Anda tidak sama dengan orang lain.

5. Membangun dan memperkuat hubungan

Pengalaman perjalanan bersama keluarga, teman-teman atau perjalanan romantis dengan pasangan akan memperkuat ikatan penting.

6. Recharge hormon endhorphines dengan petualangan baru

Segala kesenangan yang didapatkan dari petualangan saat melakukan dan menemukan hal-hal baru merupakan sumber dari produksi hormon endorphin (hormon kebahagiaan) sehingga bisa menyembuhan emosi-emosi negatif yang Anda rasakan.

Poin pentingnya adalah menghilangkan stres. Kenapa penting? Bukankah sudah banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa stres adalah sumber penyakit? Yang paling simpel, contohnya sakit kepala. Dengan traveling kita bisa mendapatkan waktu istirahat plus menghilangkan stres. Dobel manfaat, kan? Jadi, tunggu apa lagi? Ayo keluar dari zona aman!

Bagi beberapa orang, traveling digunakan sebagai sarana self healing. Bagaimana bisa? Seperti yang saya sebut di atas, terkadang apa yang kita jalani sehari-hari atau memilih tetap tinggal di rumah saja justeru menjadi pemicu stres terbesar. Karenanya, kita butuh keluar sejenak dari rutinitas. Untuk menyegarkan diri dan pikiran demi menyembuhkan diri sendiri. Salah satu cara terbaik adalah traveling.

 

Tips Traveling Bagi Penderita GERD dan Anxiety Disorder

Lalu, bagaimana tips traveling yang aman bagi para penderita GERD dan anxiety? Di sini saya akan membaginya, sesuai dengan pengalaman saya.

  1. Persiapan yang Matang

Kita harus membuat rencana dan persiapan yang matang sebelum liburan.

Pertama, kumpulkan keberanian untuk bergerak melawan ketakutan. Bertindaklah!

Kedua, tentukan tempat tujuan yang sesuai dengan kita. Misal yang masih nggak kuat sama hawa dingin, hindari berwisata ke daerah pegunungan.

Ketiga, siapkan bekal. Selain makanan, siapkan pula kebutuhan lain seperti minyak kayu putih, air mineral, jahe bubuk yang bisa diseduh saat dalam perjalanan. Kalau perlu bawa air hangat dalam termos. Biasanya air hangat bisa kita beli di tempat wisata. Jadi, cukup bawa jahe bubuk, kunyit bubuk, dan bahan herbal tea lainnya yang berbentuk bubuk.

Untuk makanan, bisa bawa bekal buah seperti apel atau bekal makan besar yang sesuai dengan perut kita. Kalau terpaksa beli, pilih saja menu yang sesuai dengan perut kita. Sebagai pelengkap bisa membawa kubis/kol, timun, dari rumah.

Bagaimana kalau travelingnya keluar negeri? Kan tidak bisa bawa bekal. Pilih saja makanan yang aman bagi lambung seperti salad buah dan salad sayur. Intinya sebisa mungkin hindari gorengan agar tidak muncul sensasi. Kalau penasaran sama makanan yang aneh-aneh, cukup mencicipi saja.

Untuk yang masih terapi obat, jangan lupa obatnya atau suplemen yang diperlukan dibawa juga. Dan, minum tepat waktu agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Jangan lupa pakai pakaian yang nyaman saat liburan. Pakaian yang longgar agar tidak menekan lambung.

 

  1. Bagaimana Jika Anxiety Menyerang di Tengah Perjalanan?

Kambuh itu pasti ada pemicunya. Misalnya yang takut keramaian, akan muncul sensasi saat berada di keramaian. Tenangkan diri, menepi, cari tempat yang sedikit longgar. Berusaha tenang, atur napas. Gunakan teknik pernapasan 478 yaitu tutup mulut Anda dan tarik napas lembut melalui hidung dalam 4 hitungan. Tahan napas dalam 7 hitungan. Keluarkan napas melalui mulut Anda dalam satu napas selama 8 hitungan.

Serangan panik seperti itu biasanya tidak berlangsung lama. Hirup minyak kayu putih dan berusaha tenang. Perlahan tubuh pasti akan kembali normal. Saya kalau anxiety kumat cukup membayangkan hal yang indah-indah. Dengan begitu saya menjadi tenang dan sensasi hilang.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah ajak bicara seseorang. Seseorang yang kebetulan berada di dekat Anda. Atau telpon/chat dengan teman. Mendengarkan musik dan bernyanyi/bersenandung pun bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi serangan anxiety.

Tips untuk Membantu Menangani Serangan Anxiety.

  1. Lihat sekeliling Anda.
  2. Temukan 5 hal yang dapat Anda lihat, 4 hal yang dapat Anda sentuh, 3 hal yang dapat Anda dengar, 2 hal yang dapat Anda baui, dan 1 hal yang dapat Anda kecap.

Hal ini disebut dengan istilah grounding. Ini dapat membantu Anda ketika Anda merasa telah kehilangan kendali atas sekeliling Anda; rasa tidak nyata, panik, rasa akan pingsan.

 

  1. Bagaimana Jika GERD kambuh di Tengah Perjalanan?

Di sinilah pentingnya kita membawa bekal. Selama lambung nggak dibiarin kosong, saya rasa aman saja. Ngemil saja selama perjalanan. Ingat, bagi lambung seperti kita harus makan sedikit tapi sering. Perut paling tidak harus diisi dua jam sekali. Jadi, bawa bekal untuk ngemil. Yang aman ngemil buah.

Pengalaman saya, kalau traveling biasanya sensasi nggak akan deket-deket. Karena pikiran kita happy, bahagia. Kemungkinan terbesar yang bakalan muncul adalah sensasi dari pikiran kita sendiri. Seperti takut begini, takut begitu. Atau sensasi muncul kalau ada pemicu. Cuekin aja. Ingat, kita tidak sendiri. Kalau misal terjadi sesuatu, pasrah saja. Toh ada banyak orang yang nggak mungkin semua cuekin kita. Pada prakteknya, 90% nggak akan terjadi semua ketakutan yang menghantui pikiran kita.

Tambahan, untuk yang takut masuk angin. Kita bisa menggunakan cara lama yang cukup efektif untuk perjalanan yaitu menutup pusar/udel dengan koyo. Ini bisa menghindarkan kita dari masuk angin.

 

“Life begins at the end of your comfort zone.” – Neale Donald Walsch.

Jangan merasa aman dan terlena dengan zona aman. Di luar sana banyak hal menarik yang menanti kita. Jadi, ayo bergerak!

 

Sumber : Earlia Olsen @e4rl1a

About Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist. Gemar belajar dan mencoba hal baru. Mencintai bumi dan buah-buahan. Founder Komunitas Kuliner Solo (KuLo). Owner Galeri Craft @Maenequeen

Check Also

Taman Nasional Kepulauan Togean, Surga Tersembunyi di Sulawesi Tengah

Kepulauan Togean Sulawesi Tengah merupakan surga tersembunyi di Kabupaten Tojo Una – Una, Provinsi Sulawesi …

48 comments

  1. Sepertinya saya butuh hadiah untuk diri sendiri sekarang. Hehehe… Terima kasih tips travelling bagi penderita Gerd dan anxiety dissordernya, Kak Mae.

  2. Terima kasih atas tips yang bermanfaat ini, Kak. Sungguh menambah wawasan.

  3. Karena saya introvert tentunya jarang sekali berada di tempat-tempat yang ramai seperti konser musik dan/atau pesta.
    Oh ya, saya juga punya riwayat penyakit maag, kadang kalau pagi-pagi sering mual.

  4. Bagi yang normal saja travelling butuh persiapan, apalagi bagi penderita GERD dan anxiety. Tips ini luar biasa bagus, bisa dipraktekkan jika hal2 yang tidak diinginkan terjadi.

  5. Yang paling berat melawan pola pikir yang sudah merasa tidak sanggup atau takut keluar rumah

  6. Terima kasih Mba Maya tips traveling untuk pengidap GERD. Bisa saya kasih tahu ibu saya nih. Soalnya dia udah lama sakit GERD

  7. Sedikit saran nih Mbak, mungkin akan lebih bagus lagi kalau dijelaskan apa itu GERD. Apakah itu sebuah penyakit, gangguan, dan singkatannya apa jika itu singkatan. Mungkin sudah pernah dibahas di tulisan yang lain tapi belum tentu semua pengunjung blog pernah membaca semua postingan mbak.

  8. Ohh jadi ini alasan papahku nyuruh “jangan diem-diem bae di rumah”, dulu waktu smp aku di suruh interaksi sama tetangga2 biar kenal hihihi, maksudnya biar gak kena GERD ini kali yaa .

  9. Tipsnya bagus bgt, mksh tipsnya ka

  10. Terimakasih Kak Maya untuk tips traveling bagi mereka yang mempunyai kendala psikologis. Senang rasanya, ada yang perhatian dengan kekhususan kondisi mereka.

  11. Bener banget nih mbak, dulu sebelum suka traveling hidup aku terasa jemu, monoton dan membosankan..
    Akhirmya aku mencoba untuk keluar dari zona nyaman, mencaritahu batas kemampuan diri dan mengenali diri sendiri dengan lebih dalam..

    Untuk pengidap GERD anxiety, tentunya perlu banget traveling sebagai terapi penyembuhan..

  12. Mungkin dijelaskan secara singkat dulu kali ya kak GERD itu apa. Takutnya ada yang gak paham istilah GERD. Btw tips nya menarik sekali. Saya sih juga suka bawa cemilan kalo jalan2. Wlaupun kadang gak dimakan. Tapi suka ngerasa save. Suka takut lapar dijalan mendadak. Hehehe

  13. Luar biasa Mbak Mae.. Untuk tips nya membuat saya jadi penasaran apa sih GERD dan Anxiety.. Soalnya sampai ada 5hal untuk dilihat 4 hal untuk diraba 3 hal untuk di dengar 2 hal untuk di baui dan 1 hal untuk dikecap..
    Saya sebagai yang normal saja agak sulit untuk melakukan hal tsb secara bersamaan..

  14. Sangat membantu sekali mba infonya.
    Karena jika anxiety mulai muncul bisa mengacaukan liburan saya. Dan itu benar2 nggak enak. Berada di tengah keramaian bisa buat saya mual dan pusing sekali.

  15. Bermanfaat sekali tulisan ini. Alhamdulillah saya tidak punya kendala seperti itu. Tapi ada satu hal yang saya lakukan jika tiba tiba jenuh ketika traveling adalah membaca dan menghirup minyak kayu putih. Minyak kayu putih hampir selalu ada didekat saya.

  16. Penting banget ini. Aku suka travelling juga biar g stress. Sayangnya kenapa waktuku rasanya kurang? lebih banyak pertanyaan kapan aku piknik?

  17. Aku baru tau GERD dan Anxiety disorder, baru tau cara menangani anxiety yang tiba-tiba kambuh di jalan. Selama ini belum pernah punya temen traveling yang memiliki anxiety disorder, tapi aku punya temen jalan yang takut buncis. Aneh banget tapi ya itulah dia

  18. Artikel yg sangat bernutrisi kak..
    Untung aku adalah penderita kurang travelling mulu yaa jadi bawaannya pengen jalan terus. *eh

  19. GERD tuh asam lambung?
    Ku punya gastritis akut yang kalau stress akan kambuh.
    Dan jangan2 ku anxiety disorder nih, mungkin kearah panic disorder. Kalau main ke tempat yang situasinya rame kayak mall di hari libur atau konser musik yang padet dan berdiri. Suka keringet dingin dan pusing. Hehe
    Karena tahu punya masalah dengan keramaian, jadi kalau traveling pun milih tempat yang tenang. Hehe
    Traveling jadi ajang buat keluar dari rasa panik juga sih. Bikin happy jadi tuh asam lambung bisa stabil. 🙂

  20. “Traveling merupakan bentuk tantangan untuk diri sendiri”, setuju banget. Apalagi untuk aku yang penakut gini.
    GERD itu gangguang atau penyakit ya mbak?

  21. GERD itu maag bukan sih?? tipsnya neh keren may.. traveling heeh penyakit lewat

  22. Terima kasih untuk sharing tipsnya, Kak Mae. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

  23. Betul sekali, bagi saya berdiam diri dirumah itu bisa membikin stress akut hahaha

  24. Aku catet banget nih manfaat travelingnya Mbak. Aku tuh lelah dijudge, ngapain sih jalan2 mulu. Banyak banget kan ya manfaatnya.

    Temenku ada yang GERD, dan susah diajak jalan, cocok bgt ini artikel buat dia

  25. Gw jg Ada anxiety. Selalu siap obat penenang kalau tiba2 anxiety menyerang.
    Jgn over thinking sih kalo liburan. Dibawa enjoy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *