Memahami Algoritma Youtube untuk Meningkatkan Tayangan Video

Ukuran sukses sebagai seorang youtuber memang tidak bisa ditetapkan dari satu faktor saja. Ada beberapa poin yang bisa dijadikan indikator dalam kesuksesan sebuah channel Youtube. Walaupun bukan yang utama, karena yang utama adalah kebahagiaan, jumlah tayangan atau views menjadi ukuran yang sering dikejar-kejar. Untuk youtuber pemula, kamu perlu mengetahui beberapa fakta berikut ini untuk meningkatkan jumlah views atau tayangan video di channel Youtube milikmu.

Seperti yang kita ketahui bersama, Youtube merupakan milik Google. Sebagai mesin pencari paling populer di dunia, Google memiliki peranan penting dalam mengalirkan kunjungan pengguna internet ke website tertentu, termasuk youtube. Selama Youtube masih dimiliki oleh Google, maka Youtube tetap akan menjadi platform video nomor satu di dunia. Algoritma youtube dalam mengalirkan kunjungan ke sebuah video, kurang lebihnya sama dengan algoritma Google. Oleh karena itu, kita dapat menerapkan teknik SEO (Search Engine Optimization) dalam video youtube yang kita unggah.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah tayangan videomu di youtube. Sederhananya, ini merupakan teknik agar Youtube merekomendasikan video kita kepada para penggunanya. Materi ini bersumber dari buku berjudul “Youtube for Dummies”  karya Dedy Corbuzier. Mari sama-sama kita belajar 🙂

Memahami Algoritma Youtube untuk Meningkatkan Tayangan Video  (Pict. Pixabay)
Memahami Algoritma Youtube untuk Meningkatkan Tayangan Video (Pict. Pixabay)

Youtube Tidak Menonton Video Kita

Bagaimana cara youtube menentukan pilihan untuk merekomendasikan sebuah video kepada pengguna yang mengetikkan kata kunci di kolom penelusuran? Apakah algoritma Youtube bisa menonton video kita satu persatu sehingga mengetahui mana video yang terkait dengan kata kunci yang dicari? Kamu percaya tidak, pada kenyataannya Youtube tidak menonton video kita secara visual.

Youtube memilih beberapa video untuk direkomendasikan sesuai dengan kata kunci yang diminta dengan cara menelusuri JUDUL, DESKRIPSI, TAG, dan SUARA. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah tayangan atau views  videomu sebaiknya kamu menentukan keyword atau kata kunci yang tepat dan menambahkannya di tempat yang tepat.

Misalnya videomu tentang “Tengkleng”, maka buatlah judul yang menyebutkan kata kunci “Tengkleng”. Setelah itu, jangan lupa untuk mengisi kolom deskripsi sekitar 200 kata dengan menyebutkan kata “Tengkleng” sekitar 2-3 kali. Dalam kolom tag, kamu juga perlu menuliskan kata “Tengkleng” dan kata pendukung lainnya. Sebaiknya dalam videomu juga terdengar dengan jelas ucapan “Tengkleng”. Selain itu, komentar yang ditambahkan penontonmu yang menyebutkan kata “Tengkleng” juga sangat berpengaruh. Dengan cara ini, Youtube menjadi yakin bahwa videomu memang tentang “Tengkleng”.

Ketika ada pengguna internet yang mencari video “Tengkleng”, Youtube akan menelusuri dari jutaan video yang mana yang terkait “Tengkleng”. Menambahkan kata kunci seperti dijelaskan di atas merupakan salah satu cara agar Youtube mengenali videomu dan merekomendasikannya kepada pengguna. Apakah serta merta pasti meningkatkan views Youtube? Tentu saja tidak, karena banyak hal lain yang menjadi faktor seseorang untuk klik videomu dan menontonnya sampai selesai. Namun, cara ini merupakan hal mendasar yang bisa dibilang langkah awal dalam usaha meningkatkan tayangan video Youtube.

Memahami Algoritma Youtube untuk Meningkatkan Tayangan Video  (Pict. Pixabay)
Memahami Algoritma Youtube untuk Meningkatkan Tayangan Video (Pict. Pixabay)

Quantity atau Quality?

Quantity atau quality? Bukan bermaksud membandingkan dan menganggap yang satu lebih penting dibandingkan yang lain. Kita sedang membahas tentang algoritma Youtube untuk meningkatkan jumlah tayangan atau views video. Nah, kalau kita sudah mengetahui bahwa Youtube tidak menonton video kita, maka Dedy Corbuzier dengan lugas memilih mengutamakan kuantitas dibandingkan kualitas. Cerdas!

Hal ini bukan berarti lantas kita asal-asalan mengunggah video jelek, buram, dan goyang-goyang. Maksudnya, selama video kita sudah memiliki kualitas yang standar, layak tonton, maka it’s okay. Toh, ini terkait selera seni. Tentu kamu mengetahui bahwa tidak semua orang memahami mana lukisan yang bagus sekali dan mana lukisan yang biasa saja. Demikian juga dengan video. Tidak semua orang memahami mana video yang bagus, cinematic banget, teknik pengambilan gambarnya lengkap, dan editing-nya dewa. Atau video yang sederhana namun memiliki ide yang menarik. Kadang video humor yang direkam seadanya bisa mendapatkan views jutaan. Yup, ini karena orang menonton video dengan konten yang disukainya.

Sahabat saya yang merupakan seorang senior producer di sebuah TV Nasional, memiliki standar yang tinggi terhadap kualitas sebuah video. Ketika membangun channel Youtube, secara tidak langsung standar tersebut ikut terbawa. Ada sebuah video yang tidak ingin diunggahnya, bahkan setelah akhirnya diunggah beliau sempat ingin menghapusnya. Menurut saya, video tersebut sebenarnya sudah cukup bagus. Ternyata, dalam seminggu saja video tersebut sudah menjaring views ratusan ribu dan saat ini video tersebut menjadi salah satu video yang paling populer di channel tersebut. Sahabat saya akhirnya ‘tersadar’, “Yup, ini Youtube, bukan TV. Youtube punya penonton sendiri”.

Lalu, kenapa kuantitas sangat penting? Dalam sebuah Workshop Content Creators Nasional yang saya ikuti, semua sepakat bahwa algoritma Youtube akan menyukai jika kita lebih sering mengunggah video baru. Para Youtuber biasanya paling jarang mengunggah video baru 2-3 kali seminggu, idealnya mereka akan mengunggah video baru setiap hari. Bahkan, ada beberapa Youtuber yang mengunggah video baru  3-4 kali dalam sehari. Kayak minum obat, hehe.

Dedy Corbuzier mengatakan bahwa kalau kamu tidak bisa mengunggah video baru minimal satu kali seminggu, maka kamu akan sulit untuk survive menjadi youtuber. Terutama ketika membangun channel Youtube pertama kali, paling tidak kamu perlu mengunggah 20-30 video dengan niche yang sama agar Youtube dapat mengenali video-videomu. Semakin sering mengunggah video baru, maka Youtube menganggapmu serius sebagai kreator konten dan kamu adalah asset mereka. Maka Youtube akan membantumu berkembang dnegan cara merekomendasikan videomu kepada pengunjung Youtube.

Cara meningkatkan views video Youtube ini berlaku untuk kamu yang ingin serius membangun channel Youtube. Kalau kamu ingin memanfaatkan channel-mu sebagai portofolio karya saja, monggo. Tentu kamu bisa menampilkan karya terbaik dengan kualitas video terbaik yang digarap serius. Tidak perlu banyak, namun cukup untuk menunjukkan keahlianmu. Toh, banyaknya tayangan bukan menjadi tujuan utama lagi.

Setiap orang punya pilihan masing-masing. Saya sekadar berbagi ilmu yang saya ketahui. Semoga bermanfaat!

About Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist. Gemar belajar dan mencoba hal baru. Mencintai bumi dan buah-buahan. Founder Komunitas Kuliner Solo (KuLo). Owner Galeri Craft @Maenequeen

Check Also

8 Langkah Mudah Membuat Website Gratis di WordPress untuk Pemula

Pada era digital sekarang ini, informasi di internet menjadi rujukan yang paling banyak dicari. Berbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *