Home / Reviews / Review Hotel / Membingkai Kenangan Manis bersama Horisan Ultima Riss Jogja

Membingkai Kenangan Manis bersama Horisan Ultima Riss Jogja

Dengarkanlah, wanita impianku

Malam ini akan kukatakan

Janji suci kepadamu dewiku

Dengarkanlah kesungguhan ini

……

            Janji Suci mengalun merdu menyihir banyak orang. Sepanjang dia menyanyikan lagu ini, entah berapa banyak pasang telinga yang dimanjakan oleh suara merdunya. Dan yang jelas, begitu banyak orang yang mengaguminya, tanpa dia sadari. Saya tidak sedang menonton konser Yovie and Yuno, tapi sekadar menikmati suasana malam di sepanjang jalan Malioboro. Namun ternyata, tak hanya saya yang dibuat betah berlama-lama menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan oleh seorang pengamen di depan Malioboro Mall.

            Tepuk tangan begitu riuh terdengar setelah lagu Janji Suci selesai dinyanyikan. Seorang pemuda mendekati si pengamen dan berkata, “Mas, yang nonton banyak banget, lo.”

Pengamen itu tersenyum. Semburat haru tergambar di wajahnya, meski dia tak mampu melihat orang-orang yang menikmati suara merdunya. Ya, dia seorang tunanetra yang diberkahi Tuhan dengan suara merdu, yang tak semua orang memilikinya.

Lagu-lagu yang dia lantunkan turut mewarnai malam di Malioboro. Menyemarakkan suasana. Menambah romantisme bagi mereka yang sedang jatuh cinta. Memanggil kembali kenangan tentang orang-orang tersayang. Cobalah sesekali duduk di salah satu kursi di Malioboro sambil menikmati lagu-lagunya. Siapa pun pasti akan betah dan enggak beranjak kalau saja malam tak semakin menua.

Belum ke Jogja kalau belum ke Malioboro, begitu kata orang-orang. Deretan toko yang berjajar menjadi magnet bagi penggemar wisata belaja. Sedangkan kehadiran pengamen tunanetra bersuara merdu tersebut seperti mengajak setiap orang untuk sejenak mengambil jeda. Duduk, mendengarkan musik, menikmati setiap lirik.

Salah satu hal yang harus disiapkan sebelum berkunjung ke Jogja, selain transportasi, adalah akomodasi. Memilih hotel yang strategis adalah salah satu pertimbangan utama. Selain mudah dijangkau, banyaknya walking-distance dari hotel tersebut menjadikannya strategis. Kriteria ini dimiliki oleh Horison Ultima Riss yang berlokasi di Jalan Gowongan Kidul no. 33-49, Sosromenduran. Destinasi wisata wajib, seperti Malioboro dan Tuju Jogja bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Begitu juga dengan Stasiun Tuju dan beberapa halte Trans Jogja. Kedai kopi hits “Loko Cafe” juga tak jauh dengan hotel ini, bisa ditempuh dengan beberapa menit jalan kaki.

foto : horison-group

Kedatangan saya ke Horison Ultima Riss disambut ramah oleh resepsionis. Proses check in berlangsung lancar. Snack berupa bakpia Wong disajikan di front desk. Tak lama kemudian, disusul segelas welcome drink berupa jus sayur warna hijau. Wah, ini favorit! Rasanya manis dan segar.

Sampai di kamar, kasur empuk dan nyaman sudah menanti. Di dalam kamar, ada beberapa fasilitas; lemari pakaian, meja, sofa, TV yang lengkap dengan daftar channel yang bisa dipilih, teh dan kopi serta heater. Di dalam lemari juga terdapat brankas untuk menyimpan barang-barang berharga agar terjamin keamanannya. Sementara, fasilitas di dalam kamar mandi adalah shower, westafel, toiletries, handuk, serta kaca yang cukup besar untuk selfie. Hehehe….

Kamar yang saya tempati tepat menghadap ke barat. Dan saat itu, langit cukup cerah, menyajikan senja yang jingga. Saya cukup duduk di sofa atau di kasur, menikmati senja dari balik jendela kaca, tapi tanpa kopi meskipun saya anak Indi(a), hehehe….

Sebenarnya ada balkon di luar. Namun sayang, pintu menuju balkon dikunci dan kuncinya pun tidak tersedia di kamar. Di sana tertulis bahwa tamu dipersilakan meminta kunci pada pihak hotel. Mereka bilang akan mencarikan kunci dan mengantarnya ke kamar. Namun hingga keesokan harinya, tak ada orang yang mengetuk kamar dan menyerahkan kunci. Hal seperti ini bukan sesuatu yang urgen, tapi paling tidak, ada pemberitahuan jika memang kunci tidak ketemu.

Keesokan harinya, saya turun ke restoran untuk sarapan. Menu yang disajikan sangat variatif, mulai western hingga tradisional. Aneka roti, nasi goreng, soto ayam, gado-gado, bubur ayam, dan masih banyak lagi. Pilihan saya jatuh pada bubur ayam. Bubur yang lembut dengan kuah yang gurih dan topping beraneka macam. Oya, saya tim bubur tidak diaduk.

Selain makanan berat, berbagai macam jajan pasar dan kue-kue tradisional juga disajikan, seperti pukis, lapis, dan kue cubit. Tak lupa, salad sayur, aneka jus dan salad buah melengkapi bermacam menu sarapan di Horison Ultimate Riss.

Tips dari saya, meskipun banyak menu yang disajikan dan semuanya terlihat menggoda, pilih menu yang paling ingin kita cicipi. Kalaupun mengambil beberapa jenis menu, ambil sedikit-sedikit saja untuk mengantisipasi agar makanan tersebut tidak terbuang. Atau, bisa juga kita sharing dengan teman, pasangan, atau keluarga jika menginap bersama. Misalnya, ada donat yang terlihat menggiurkan, tapi ukuran besar dan sepertinya kita tidak sanggup menghabiskan. Ajak teman untuk menghabiskannya bersama-sama.

Terakhir, saya merekomendasikan Horisan Ultima Riss sebagai pilihan yang tepat untuk menmbingkai kenangan manis di Jogja. Untuk sekadar staycation pun, hotel ini patut dipertimbangkan. Bukan hanya karena lokasi yang strategis, tetapi juga fasilitas yang membuat tamu merasa nyaman seperti di rumah sendiri.

Jadi, kapan ke Jogja lagi?  

About nirmala media

Check Also

Review & Swatch Purbasari Hi-Matte Lip Cream

“If you’re sad, add more lipstick and attack” quote dari Coco Chanel itu cukup mewakili …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.