Home / Kuliner / Mencicipi Mangut Lele Yu Temu Bantul, Penasaran?

Mencicipi Mangut Lele Yu Temu Bantul, Penasaran?

Bila kamu penggemar makanan tradisional dengan cita rasa yang khas, jangan lupa mencoba mencicipi mangut lele Yu Temu Bantul saat berkunjung ke Jogjakarta. Menu utama dari warung ini tentu saja adalah mangut lelenya yang terkenal karena rasanya yang sangat nikmat. Tak heran bila warung sederhana ini digemari oleh banyak orang walaupun lokasinya jauh dari pusat kota dan bisa dibilang di daerah terpencil. Namun nyatanya kelezatan rasa mangut lele warung ini tidak bisa membendung rasa penasaran para pemburu kuliner untuk mencicipinya. Seperti apa ya kuliner tradisional mangut lele ini?

Kuliner mangut lele Yu Temu Bantul (foto : gilamakanjogja)

Keistimewaan Warung Mangut Lele Yu Temu Bantul

Bagi kamu yang berminat untuk mengunjungi warung mangut lele Yu Temu, kamu dapat mencari warungnya di daerah Sembungan, Kasihan, Bantul. Daerah ini tidak jauh dari lingkungan pabrik gula Madukismo yang sudah banyak dikenal oleh orang. Kamu bisa menuju ke arah lapangan Sembungan dan masuk ke gang di depan lapangan menuju ke arah sungai. Warung Yu Temu ini berada di tepi sungai dengan bangunan yang sangat sederhana dan terlihat bernuansa tempo dulu.

Baca Juga : 6 Warung Ayam Betutu Paling Laris di Bali yang Harus Kamu Coba

Bila sudah sampai disana, kamu bisa segera memesan menu apa yang kamu inginkan. Karena selain mangut lele, ada menu masakan lainnya.Seperti yang kita tahu, mangut lele adalah hidangan dengan bahan utamanya adalah lele yang dipadukan dengan kuah santan kelapa bercita rasa gurih pedas yang menggugah selera. Karena masih dimasak dengan cara yang tradisional, mangut lele Yu Temu Bantul ini memiliki rasa yang sangat istimewa.


Kuliner mangut lele Yu Temu Bantul (foto : kopicemeng)

Saat menikmati mangut lele Yu Temu Bantulyang lezat, kamu bisa menyantapnya juga dengan tambahan pecel dan bihun.Benar-benar perpaduan rasa yang sempurna karena pecelnya terbuat dari sayuran segar yang memberikan kenikmatan saat disantap. Bila dilihat, semua menu yang disajikan hanya biasa saja dan sederhana, tetapi dibalik kesederhanaan tersebut ternyata terdapat rasa yang luar biasa.

Baca Juga : Menikmati Kuliner Pasar Prawirotaman Jogjakarta

Kesederhanaan juga muncul dari tampilan warung yang jauh dari kata mewah.Dapur yang digunakan juga sangat sederhanakhas pedesaan dengan menggunakan bahan bakar kayu. Mungkin ini salah satu hal yang membuat rasanya tetap terasa khas dan sangat nikmat. Selain itu bumbunya diracik oleh tangan handal yang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam mengolah menu andalan dari warung ini.


Kuliner mangut lele Yu Temu Bantul (foto : jogjakakilima)

Asal Usul Warung Lele Yu Temu yang Bercita Rasa Khas

Bicara tentang asal usul warung, ternyata keberadaan warung ini sudah cukup lama yaitu 32 tahun. Karena dulunya Yu Temu dan ibunya yang membangun warung ini hanya menjual kudapan berupa gorengan dan mi instant. Awalnya mangut lele merupakan makanan rumahan yang tidak dijual, tetapi ternyata orang menyukainya dan menjadi langganan. Yang kerap mampir untuk membelinya adalah para penambang pasir di sungai dan para petapa. Namun keberadaan mereka sekarang sudah jarang ditemui tergantikan oleh para pemburu kuliner yang khusus datang ingin mencicipi mangut lele.

Baca Juga : Harus Coba! Japanese BBQ di Novotel Solo

Nah, bagi kamu yang penasaran ingin mencicipi mangut lele Yu Temu Bantul, jangan ragu untuk mendatangi warung sederhana ini.Soal harga sangat terjangkau karena menu selezat ini hanya dibandrol Rp. 10.000 per porsi.Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa mencicipi mangut lele, bihun, pecel dan nasi hangat. Sangat terjangkau bukan. Bagi kamu yang ingin berkunjung, warung ini buka jam 9 hingga jam 4 sore, jadi jangan lewat dari jam tersebut agar tidak kehabisan. Selamat berkuliner ria dengan menu sederhana nan istimewa ini.

About Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist. Gemar belajar dan mencoba hal baru. Mencintai bumi dan buah-buahan. Founder Komunitas Kuliner Solo (KuLo). Owner Galeri Craft @Maenequeen

Check Also

Kuliner Legendaris Mie Kedondong Surabaya

Masyarakat Indonesia umumnya memilih nasi sebagai makanan pokoknya, sampai-sampai jika seseorang tidak makan nasi maka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *