Home / Events / Event Pilihan / The Sunan Hotel Solo Meluncurkan Program Sunan Berkebaya

The Sunan Hotel Solo Meluncurkan Program Sunan Berkebaya

Kata siapa memakai kebaya itu ribet? Ibu Waldjinah sudah memakai kebaya sejak berusia 12 tahun sampai sekarang. Beliau merasa snagat nyaman melakukan kativitas sehari-hari menggunakan kebaya. Apalagi saat ini banyak kebaya modifikasi yang penggunaannya sangat praktis. Kebaya merupakan warisan nenek moyang yang sangat berharga. Jangan sampai kita kehilangan keluhuran budaya ini. Inilah yang mendorong The Sunan Hotel Solo untuk meluncurkan program SUNAN BERKEBAYA.

Melestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya

Menyambut hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74, The Sunan Hotel Solo  Kamis (8/8) meluncurkan program “SUNAN BERKEBAYA”. Hadir dalam acara ini tokoh – tokoh wanita kota Solo seperti Ibu Waljinah (maestro keroncong), Ibu Nuning Darmono ( penyanyi keroncong), Ibu Sruti Respati (Seniwati), Ibu Niken Satyawati (aktivis perempuan), Elizabeth Sudira ( Penyanyi Rindu Solo ) dan dihadiri juga oleh ketua PHRI Solo Bp Abdullah Soewarno.

Acara diawali dengan pembukaan dari Ibu Retno Wulandari dilanjutkan dari Ketua PHRI Bp Abdullah Soewarno, kemudian penyerahan simbolik kain dari Ibu Waldjinah kepada karyawati Sunan sebagai tanda dilaunchingnya Sunan Berkebaya, yaitu program dimana seluruh karyawati The Sunan Hotel Solo setiap hari Kamis diwajibkan untuk mengenakan Kebaya. Dalam acara ini juga diadakan pemilihan busana kebaya terbaik dengan mendapatkan hadiah kain dari Ibu Waldjinah.

Ketua PHRI Bp Abdullah Soewarno

General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari menyampaikan The Sunan Hotel Solo sepakat sebagai hotel yang tidak hanya cukup menyajikan pelayanan saja tetapi menjadi hotel yang punya kontribusi terhadap masyarakat sekitar dan tentu saja kota Solo dan menjadi kebanggaan kota Solo. Sesuai dengan tagline “Solo Ya Sunan” diharapkan semua rasa Solo ada di Sunan ya keramahan pelayanan, rasa makanan dan rasa berbusana kota Solo ada di Sunan yaitu dengan berkebaya. Dimana busana kebaya merupakan identitas kota Solo yang harus kita lestarikan. Mari jadikan Berkebaya untuk semakin meningkatkan kebanggaan kita menjadi orang Solo,” ujarnya.

Retno Wulandari, GM The Sunan Hotel Solo meresmikan peluncuran Sunan Berkebaya
Retno Wulandari, GM The Sunan Hotel Solo meresmikan peluncuran Sunan Berkebaya

Selain Launching program Sunan Berkebaya, di bulan Agustus ini The Sunan juga meluncurkan Heritage Indonesian Food Promotion yang menawarkan beraneka macam masakan khas asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke mulai dari tempo dulu hingga sekarang. Jamuan makan malam ini disajikan secara prasmanan selama bulan Agustus di Narendra Restaurant setiap hari Sabtu mulai pukul 18.30-22.00 wib. Ditawarkan dengan harga 150.000,- nett/pax dengan minimal pemesanan 30 pax. Saksikan videonya berikut ini ya!

Pada Bulan Kemerdekaan ini, mari kita semi kembali jiwa nasionalisme dalam kegiatan kita sehari-hari. Jangan ragu untuk menggunakan pakaian tradisional seperti kebaya dan menikmati kuliner lokal. Yuk, sama-sama kita lestarikan budaya bangsa 🙂

About Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist. Gemar belajar dan mencoba hal baru. Mencintai bumi dan buah-buahan. Founder Komunitas Kuliner Solo (KuLo). Owner Galeri Craft @Maenequeen

Check Also

Mau Jadi Jutawan SOBATKU dari Tabungan Online? Begini Caranya!

Gajian masih lama, tapi uang sudah habis. Jangankan menabung, bisa menyambung hidup sampai akhir bulan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *